FEATURED: What to watch in the markets today  - read our article!
Kesehatan

Jika Suka Minuman Soda, Ini Yang Terjadi Dalam Tubuh Kita

Minuman Soda

KENAPA minuman bersoda kurang baik bagi kesehatan? Ada sederet penyakit yang dikhawatirkan bisa terjadi apabila kebiasaan minum-minuman bersoda terus dilakukan.

Alasannya, bahwa terdapat kandungan gula yang tinggi dalam minuman tersebut. Hal ini tak dapat dibantah, karena rata-rata soft drink memang mengandung gula dalam jumlah besar.

Dilansir laman Reader’s Digest Minggu (28/10/2018), apabila minuman bersoda masuk dalam pencernaan maka ada beberapa hal yang akan terjadi. Pertama, 10 – 15 menit setelah masuk usus, gula dalam minuman sudah diserap dan masuk dalam darah Anda. Akibatnya kadar glukosa meningkat dengan cepat.

Lalu organ tubuh yang juga menerima efek dari banyaknya kadar gula dalam darah itu akan bekerja keras agar dapat memprosesnya dan menetralkan kembali.

Pankreas mengeluarkan insulin, agar gula dapat diangkut ke otot sebagai energi. Namun jika otot tidak banyak bekerja dan memerlukan gula, maka itu akan menjadi simpanan.

“Bila Anda mengonsumsi soda sebanyak 20 ons, Anda mendapatkan jumlah karbohidrat seluruh makanan melalui cairan,” papar endokrinologi dan Asisten Profesor kedokteran di University of Chicago Medicine, Meltem Zeytinoglu.

Padahal kebiasaan umum yang banyak dilakukan adalah, soda diminum bersama dengan makanan lain yang juga mengandung banyak karbohidrat.

Akibatnya karbohidrat tersebut akan terus diproses oleh pencernaan dan bila tak diperlukan oleh jaringan otot, maka ia akan disimpan dalam bentuk lemak di organ hati.
Ginjal bekerja keras pula, mereka akan membuang kelebihan gula ini melalui urine.

Anda akan banyak buang air kecil atau disebut juga efek diuretik. Bila tak diimbangi dengan minum air putih yang cukup, maka Anda bisa mengalami dehidrasi tanpa disadari. Apalagi minuman soda juga ada yang mengandung kafein, yang memperparah efek tersebut.

Akan tetapi tak salah mengonsumsi minuman soda dalam jumlah yang tidak berlebihan, kata ahli gizi di Los Angeles, Cordialis Msora-Kasago. Dan lebih disarankan minum minuman yang tak banyak mengandung gula serta kafein. (sumber: sidomi.com)

Related posts
Kesehatan

BPJS Kesehatan: Peserta JKN Jember Kini Tak Perlu Bawa Kartu

KesehatanPemerintahanUmum

DLH Situbondo Janji Penuhi 4 Gerobak Sampah Untuk Kelurahan Ardirejo

HeadlineKesehatanUmum

Warga Cappore Ardirejo Keluhkan Tumpukan Sampah di Pinggir Sungai

Kesehatan

Makan Kangkung Bikin Ngantuk, Makan Terong Bikin Lemas. Masak Sih?

Sign up for our Newsletter and
stay informed

Comment