FEATURED: What to watch in the markets today  - read our article!
HeadlineKasus MedsosKriminal

Menghina NU di Medsos, Pemuda Tegalampel Ini Ditangkap Polisi

BONDOWOSO (ringgit.news)- Satuan Reksrim (Satreskrim) Polres Bondowoso, akhirnya menangkap Abdurrahman Sholeh (33), warga desa Tegalampel Kecamatan Tegalampel, pelaku yang diduga menghina Nahdlatul Ulama (NU), melalui media sosial.

“Sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Kami juga akan periksa dulu kejiwaannya,” kata Kasat Reskrim Polres Bondowoso, AKP Jamal, saat ditemui di kantornya, Kamis (23/04/2020).

Jamal menerangkan, saat ini pelaku masih diperiksa secara intensif. Hal itu dilakukan untuk mengetahui motif pelaku mengunggah postingan di media sosial tersebut.

Pelaku disangka telah menyebarkan konten bermuatan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan ), serta mencemarkan nama baik melalui media sosial (hatespeech).

“Kami bidik dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Ancaman hukumannya di atas lima tahun,” pungkasnya.

Sebelumnya, diberitakan Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nadhlatul Ulama (LPBH NU), Lesbumi (Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia), LTN (Lajnah Ta’lif wan Nasyr) Bondowoso, melaporkan akun facebook Abdurr Q ke Polres setempat, Senin (20/04/2020).

Laporan dilayangkan karena pemilik akun yang diketahui warga Desa Tegalampel, Kecamatan Tegalampel itu, menghina Lembaga Keagamaan NU melalui akun facebook pribadinya.

Achmad Abrori, Ketua LPBNU Bondowoso menerangkan, sebelum melaporkan pemilik akun, pihaknya telah melakukan tabayyun dengan mendatangi rumahnya, sebagaimana anjuran dari para Kiai NU. Namun, yang bersangkutan tak menunjukkan itikad baik.

Adapun postingan terkait penghinaan terhadap NU diposting pada 15 April 2020. Secara terperinci penghinaan dimaksud yakni:

“NU itu agama apa ..? didalam tubuh NU (Ponpes NU) itu ada homo sexual yaitu hubungan sejenis antar santri (Pengakuan dari santri NU), NU itu Agama bukan Islam, agama Islam dengan Agama NU itu. Beda,namun dalam lakop lakum dinukum wiliadin maka ada toleransi antara agama Islam dan agama NU, tak sama Islam tak seperti itu,” begitu kutipan postingan tersebut. (och/ fik/ red)

Related posts
BencanaCovid-19Headline

Rapid Test 4 Warga Bondowoso Kluster Gowa Hasilnya Reaktif

HeadlineUmum

Diduga Ada Penyerobotan BPNT di Desa Sukosari Jember

BencanaCovid-19HeadlineNasional

Kabar Kurang Enak!!! 39 Warga Kembali Terpapar Covid-19, Situbondo Positif 51

BencanaCovid-19HeadlineNasional

Sempat Ditolak Warga, Jenazah Pasien Covid-19 Dimakamkan Dengan Protap Kesehatan

Sign up for our Newsletter and
stay informed

Comment